MATERI PEMBELAJARAN

  1. Apa Itu Cerita Rakyat?

Cerita rakyat adalah cerita yang diturunkan dari nenek moyang kita secara lisan ke lisan. Cerita berkembang di masyarakat sejak zaman dahulu dan terus menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Cerita rakyat ini masuk sebagai sebuah karya sastra. Cerita rakyat berkembang di setiap daerah, lalu disebarluaskan ke daerah-daerah lain. Biasanya, cerita rakyat menceritakan asal usul atau legenda yang terjadi di suatu daerah, cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat.

Ada juga yang mengartikan cerita rakyat sebagai sebuah cerita yang diciptakan oleh masyarakat sendiri dan selanjutnya berkembang hingga diketahui oleh banyak orang. Tidak pernah tahu siapa yang membuat hikayat karena sudah ada sejak dulu kala. Itulah biasanya pengarang hikayat berstatus anonim.

 

  1. Jenis-Jenis Cerita Rakyat

Ternyata, cerita rakyat ada jenis-jenisnya juga. Cerita ini dibagi ke dalam tiga jenis yaitu mitos, legenda, dan dongeng. Apa ya perbedaan ketiganya?

  • Mitos : Mitos menceritakan peristiwa yang dianggap benar-benar terjadi dan suci. Biasanya, mitos bersifat mistis, menceritakan terjadinya alam-alam semesta, susunan para dewi, atau terjadinya makanan pokok. Beberapa contoh mitos adalah cerita Dewi Sri Padi (sejarah padi)
  • Legenda atau Sage : Diambil berdasarkan historis yang ditambah imajinasi, umumnya menceritakan asal-usul terjadinya suatu tempat yang lokasinya masih bisa kita temui sampai sekarang. Contohnya adalah Legenda Danau Toba
  • Dongeng : Cerita pada dongeng tidak dianggap benar-benar terjadi, melainkan fiktif dan imajinatif. Selain sebagai hiburan, dongeng bertujuan sebagai pendidikan karena punya nilai moral. Contohnya dari dongeng yang kita kenal adalah Si Kancil, Pinokio, dan Bawang Merah Bawang Putih. Satu hikayat bisa meliputi beberapa jenis di atas. Contohnya adalah cerita Nyi Roro Kidul di mana terdapat jenis mitos dan legenda dari Pantai Selatan.
 
  1. Ciri-Ciri Cerita Rakyat

Untuk membedakan cerita rakyat dengan cerita pendek, atau cerita lain yang ada, kita bisa melihat ciri-cirinya. Ciri-ciri bahasa cerita rakyat antara lain:

  1. Bersifat fiktif dan imajinatif tergantung sang pencerita
  2. Disebarkan secara lisan, dari satu orang ke orang yang lain
  3. Memiliki banyak versi dan variasi
  4. Pengarang bersifat anonim atau tidak diketahui
  5. Tema membahas kesaktian seperti kebaikan melawan kejahatan dan bersifat istana sentris atau berhubungan dengan kerajaan
  6. Bahasa yang digunakan bahasa lama dengan kosakata yang tidak familiar bagi kita sekarang
  7. Menjadi milik cerita bersama dalam suatu masyarakat
  8. Umumnya bersifat polos dan spontan
 
  1. Unsur-Unsur Intrinsik Cerita Rakyat

Setiap karya sastra punya unsur intrinsik, begitu juga dengan hikayat. Unsur intrinsik adalah unsur utama yang membangun utuhnya sebuah cerita.Unsur intrinsik cerita rakyat di antara lain:

  • Tema : Tema merupakan inti persoalan yang menjadi dasar dalam sebuah cerita. Oleh karenanya, agar bisa mendapatkan tema dalam sebuah cerita, pembaca tentunya harus membaca cerita tersebut hingga selesai. Tema pada cerita rakyat akan dikaitkan dengan pengalaman kehidupan. Biasanya tema cerita rakyat mengandung elemen alam, kejadian sejarah, kesaktian, dewa, misteri, hewan, dll
  • Tokoh dan penokohan : Tokoh adalah nama tokoh yang ada dalam cerita sementara penokohan adalah karakter atau sifat yang melekat pada tokoh atau bisa juga dari segi fisik tokoh. Menurut sifatnya penokohan dibagi tiga yaitu :
    Tokoh utama (umumnya protagonis) adalah tokoh yang menjadi sentral pada cerita. Tokoh ini berperan pada sebagian besar rangkaian cerita, mulai dari awal sampai akhir cerita. Pada umumnya, tokoh utama ditampilkan sebagai tokoh tokoh yang memiliki sifat baik. Tetapi tidak jarang ditemukan tokoh utama diceritakan lucu, unik atau jahat sekalipun.
    Tokoh lawan (umumnya antagonis). antagonis secara pengertian merupakan tokoh yang selalu berlawanan dengan tokoh protagonis. Pada umunya, tokoh antagonis ditampilkan sebagai tokoh ”hitam”, yaitu tokoh yang bersifat jahat.
    Tokoh pendamping (tritagonis). Tritagonis merupakan tokoh pendukung.

    Menurut cara menampilkan wataknya penokohan dibagi dua yaitu :
    Secara langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca karena telah dijelaskan oleh pengarang
    Secara tidak langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca dengan membuat kesimpulan sendiri dari dialog, latar suasana, tingkah laku, penampilan, lingkungan hidup, dan pelaku lain.

  • Latar : Latar adalah hal yang digunakan untuk membangun sebuah cerita yang meliputi waktu tempat, dan suasana. Latar adalah informasi mengenai waktu, suasana, dan juga lokasi dimana cerita rakyat itu berlangsung.

    Latar Lokasi atau Tempat adalah informasi pada cerita yang menjelaskan tempat cerita itu berlangsung. Sebagai Contoh latar lokasi cerita adalah di kerajaan, di desa, di hutan, di pantai, di kahyangan, dll
    Latar Waktu merupakan saat terjadinya peristiwa dalam dongeng, sebagai contoh pagi hari, pada jaman dahulu kala, malam hari, tahun sekian, saat matahari terbenam dll.
    Latar suasana adalah informasi yang menyebutkan suasana pada kejadian dalam dongeng berlangsung. Sebagai contoh latar suasana adalah rakyat hidup damai dan sejahtera, masyarakat hidup dalam ketakutan karena raja yang kejam, hutan menjadi ramai setelah purbasari hidup di sana, dll

  • Alur merupakan runtutan kejadian pada sebuah cerita rakyat. Biasanya cerita rakyat meliputi lima rangkaian peristiwa yaitu saat pengenalan (pembukaan) , saat pengembangan, saat pertentangan (konflik), saat peleraian (rekonsiliasi), dan tahap terakhir adalah saat penyelesaian. Secara umum alur dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
    Alur maju
    Alur mundur
    Alur campuran
  • Sudut pandang, Sudut pandang digunakan untuk melihat cara pandang pencerita. Ada sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama, orang ketiga (orang lain/pengamat), orang ketiga (serba tahu). Sudut pandang merupakan bagaimana cara penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita, atau dengan kata lain dari sudut mana penulis memandang cerita tersebut. Sudut pandangan memiliki pernanan yang sangat penting terhadap kualitas dari sebuah cerita. Sudut pandang secara umum dibagi dua yaitu:
    Sudut pandang orang pertama : penulis berperan sebagai orang pertama yang bisa menjadi tokoh utama maupun tokoh tambahan pada cerita
    Sudut pandang orang ketiga : Penulis berada di luar cerita serta tidak terlibat secara langsung pada cerita. Penulis menjelaskan para tokoh didalam cerita dengan menyebut nama tokoh atau kata orang ketiga yaitu “dia, mereka”
  • Amanat atau Pesan Moral, Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan kepada kita. Amanat merupakan nilai-nilai yang terkandung didalam cerita dan ingin disampaikan agar pembaca mendapatkan pelajaran dari cerita tersebut.Nilai-nilai yang ada harus berlaku sampai sekarang.


    5. Unsur-Unsur Ekstrinsik Cerita Rakyat

Unsur ekstrinsik merupakan semua faktor luar yang mempengaruhi penciptaan sebuah tulisan ataupun karya sastra. Bisa dikatakan unsur ektrinsik adalah milik subjektif seorang penulis yang dapat berupa agama, budaya, kondisi sosial, motivasi, yang mendorong sebuah karya sastra tercipta. Unsur-unsur ekstrinsik pada cerita rakyat biasanya meliputi:

  1. Budaya serta nilai-bilai yang dianut.
  2. Tingkat pendidikan
  3. Kondisi sosial di masyarakat
  4. Agama dan keyakinan
  5. Kondisi politik, ekonomi, hukum dll.

Sumber:

Aisyah; Nuryanto, Tato; Mulyaningsih, Indrya. 2020. UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PADA CERITA RAKYAT “BARIDIN” MASYARAKAT DESA GEGESIK. Widyasastra. 3(2). 123-135.

Merdiyatna, Yang Yang. 2019. STRUKTUR, KONTEKS, DAN FUNGSI CERITA RAKYAT KARANGKAMULYAN. Jurnal Salaka. 1(2). 38-45.

Hijriah, Siti. 2017. KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI MORAL CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA. Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pembelajarannya. 3(1). 117-125.